sea
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN BAHAS KERJASAMA
INDONESIA – AS
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat, Cameron R. Hume di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad menyampaikan mengenai komitmen dan keinginan Pemerintah Indonesia dalam melanjutkan hubungan kerja sama yang telah berjalan baik dengan Amerika Serikat. Kepada Dubes Hume, Fadel juga mengingatkan komitmen kedua negara di sektor kelautan dan perikanan pasca World Ocean Conference (WOC) yang menghasilkan Manado Ocean Declaration (MOD). Hal tersebut ditandai dengan pertemuan yang telah dilakukan antara Pemerintah Indonesia dengan wakil dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Pada pertemuan dalam rangka kunjungan kehormatan Dubes AS kemarin, Fadel juga mengharapkan agar nantinya dapat dibangun hubungan antar dua negara yang berdaulat menjadi jauh lebih baik lagi terutama di bidang kelautan dan perikanan. Sebelumnya juga disampaikan bahwa DKP dan perwakilan dari United State Agency for International Development (USAID) pada pertengahan Oktober lalu telah membahas mengenai beberapa kerjasama di sektor kelautan dan perikanan, seperti penelitian mengenai kelautan maupun pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan data perdagangan antara Indonesia dan AS, volume ekspor hasil perikanan Indonesia pada tahun 2008 secara keseluruhan meningkat rata-rata sebesar 10,6%. Memang terjadi penurunan ekspor pada komoditi tuna sebanyak 17,55%, yaitu sebesar 21,375 ribu ton pada tahun 2007, menjadi 17,624 ribu ton pada 2008, namun peningkatan yang cukup signifikan terlihat pada komoditi udang peningkatan sebesar 27,82% sebesar 16,804 ribu ton yakni 60,399 ribu ton pada tahun 2007 menjadi 77,203 ribu ton di tahun 2008. Sedangkan untuk ekspor komoditas hasil perikanan lainnya hanya meningkat tidak lebih dari 1% atau hanya 0,65% dari 44,015 ribu ton tahun pada 2007 menjadi 44,301 ribu ton pada tahun 2008.
Sejalan dengan peningkatan volume ekspor, kenaikan juga terjadi pada nilai ekpor dengan nilai rata-rata sebesar 22, 952% atau sebesar US$ 944,4 juta. Pada tahun 2007 jumlah nilai ekspor hasil perikanan mencapai US$ 762,264 juta menjadi US$ 937,222 juta. Sama halnya dengan peningkatan volume, nilai ekspor komoditas udang meningkat cukup signifikan yakni 30,16% atau sebesar US$ 126,907 juta dari US$ 420,72 juta pada tahun 2007 menjadi US$ 547,627 juta pada tahun 2008. Peningkatan nilai ekspor produk perikanan lainnya adalah 19,576%, yakni US$ 267,979 juta pada tahun 2007 menjadi US$ 320,44 juta pada tahun 2008. Penurunan terjadi pada komoditas tuna sebesar 5,99% dari US$ 73,565 juta pada tahun 2007 menjadi US$ 69,154 juta pada tahun 2008.
Untuk tahun 2009, berdasarkan data hingga Juli 2009, Indonesia telah membukukan volume ekspor sebesar 155,853 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 944,4 juta yang berasal dari tiga komoditi utama ekspor yakni udang, tuna dan perikanan lainnya. Hal tersebut menunjukan bahwa AS merupakan salah satu negara yang sangat prospektif untuk tujuan ekspor hasil perikanan.
Jakarta, 4 November 2009
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi
ttd
Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed.
Narasumber
1. Dr. Soen’an H. Poernomo, M.Ed
Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi (HP. 08161933911)
2. Ir. Saut P. Hutagalung M.Sc.
Direktur Pemasaran Luar Negeri (HP. 0811840360)